Perintah Berpuasa Ramadan

Assalamu'alaikum teman-teman yang di rahmati oleh Allah Swt. Kita selalu memuji kepada Allah Swt. dengan pujian yang setinggi-tingginya, dan selalu bersyukur atas nikmat yang Allah Swt. berikan kepada kita. Kenikmatan yang tidak terhingga serta kita tidak bisa menghitungnya satu persatu. Seperti nikmat keimanan kepada Allah Swt., nikmat bisa mengerjakan Sunnah Nabi ﷺ, kenikmatan bisa beribadah kepada Allah Swt. dengan tuntunan Nabi Muhammad ﷺ.

Ketakwaan merupakan kunci kebahagiaan seseorang. Ketakwaan yang akan menyelematkan kita di dunia dan akhirat. Ketakwaan adalah bekal kita menuju akhirat nanti, dengan ini Allah Swt. mewajibkan kepada kita semuanya untuk berpuasa ramadan sebulan penuh. Karena dengan berpuasa dapat meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt. Hal ini sesuai firman Allah Swt. sebagai berikut.

يٰٓـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْکُمُ الصِّيَامُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِکُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

"Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa."

Sumber: https://m.dream.co.id/
Berbuka puasa

Bertakwalah kepada Allah Swt. karena dengan berpuasa di bulan Ramadan merupakan pendidikan untuk kita semua yang mana di bulan Ramadan banyak keutamaan-keutamaan didalamnya, banyak Fadhilah (keutamaan) didalamnya. Seseorang yang berpuasa dengan keimanan dan mengharap pahala dari Allah Swt. maka akan diampuni oleh Allah Swt. dosa yang telah lalu.

Umat muslim selayaknya memahami Keutamaan puasa ramadhan dan bulan ramadan. Di antara keutamaannya yaitu:

1. Bulan pembebasan dari api neraka dan bulan ampunan.

Dikatakan oleh Nabi ﷺ maka Allah Swt. akan mengampuni dosanya yang telah lalu. Dalam hadis nabi ﷺ Mengatakan:

Nabi ﷺ mengatakan, didalam hadis Abi sayidul Khudri r.a, "tidaklah seorang hamba yang mana dia berpuasa satu hari, dikarenakan Allah Swt., mengharap pahala dari Allah Swt., maka Allah Swt. akan menjauhkan dirinya dengan api neraka selama 70 tahun perjalanan."

Ini adalah keutamaan yang sangat besar, dimana seseorang berpuasa sebulan penuh, bukan satu atau dua hari, dan mengharap pahala dari Allah Swt.

2. Bulan dibukanya pintu-pintu surga.

Nabi ﷺ mengatakan:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِينُ

Dari Abu Hurairah r.a. dia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda: "Apabila masuk bulan Ramadan pintu-pintu syurga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan syaitan-syaitan dirantai".

Muttafaqun ‘Alayh: Sahih Al-Bukhari, no. 3277 dan Sahih Muslim, no. 1079.

3. Masuk surga dari pintu khusus yang bernama Ar-Royyan.

Rasulullah ﷺ pun bersabda,

إِنَّ فِي الجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ القِيَامَةِ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ، يُقَالُ: أَيْنَ الصَّائِمُونَ؟ فَيَقُومُونَ لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ، فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ

“Sungguh di surga ada sebuah pintu yang disebut Ar-Royyan, yang akan dimasuki di hari kiamat oleh orang-orang yang berpuasa, tidak ada seorang pun yang bisa masuk darinya selain mereka. Dikatakan (pada hari kiamat): Mana orang-orang yang berpuasa? Maka mereka pun bangkit (untuk masuk surga melalui pintu Ar-Royyan), tidak seorang pun yang bisa masuk darinya selain mereka, apabila mereka telah masuk pintu tersebut ditutup, maka tidak seorang pun yang bisa masuk darinya.” (H.R. Al-Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa’ad As-Saa’idi radhiyallahu’anhu)

4. Bulan dilipatgandakannya kebaikan-kebaikan.

Karena keutamaan di bulan Ramadan, dimana pahala seseorang yang mengerjakan kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya. Bulan maghfirah (ampunan), bulan dimana dosa-dosa seorang hamba diampuni, siang harinya dan malam harinya.

5. Bulan yang di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Yaitu malam Lailatul Qadar.

Nabi ﷺ bersabda,

"مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ، وَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ."

[رواه البخاري ومسلم].

"Siapa yang menegakkan malam Lailatul Qadar (dengan ibadah kepada Allah). Dengan dilandasi keimanan dan mengharap pahala dari Allah. Maka akan diampuni dosa-dosa nya yang telah lewat. Dan Siapa yang puasa ramadan. Dengan dilandasi keimanan dan mengharap pahala dari Allah. Maka akan diampuni dosa-dosa nya yang telah lewat." (H.R. Bukhari dan Muslim).

Tiga hadis tadi dikeluarkan oleh Bukhari dan Muslim.

6. Bulan sedekah dan ihsan (berbuat kebaikan-kebaikan).

Pada bulan Ramadan hiasi diri kita dengan akhlak yang baik, seperti bersedekah, memberi makan orang yang hendak berbuka puasa, melakukan qiyamul lail (beribadah di malam hari), ataupun bertutur kata yang baik, Nabi ﷺ mengatakan:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: قَالَ اللَّهُ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ

Dari Abu Hurairah r.a. beliau berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Allah Ta'ala telah berfirman: "Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk Aku dan Aku sendiri yang akan memberi balasannya. Dan puasa itu adalah benteng, maka apabila suatu hari seorang dari kalian sedang melaksanakan puasa, maka janganlah dia berkata dengan kata-kata yang kotor dan bertengkar sambil berteriak. Jika ada seseorang yang menghinanya atau mengajaknya berkelahi maka hendaklah dia mengatakan Aku orang yang sedang puasa. Dan demi Zat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang sedang puasa lebih harum di sisi Allah Ta'ala dari pada harumnya haruman kasturi. Dan untuk orang yang puasa terdapat dua kegembiraan yang dia akan bergembira dengan keduanya, yaitu apabila berbuka dia bergembira dan apabila berjumpa dengan tuhannya dia bergembira disebabkan ibadah puasanya itu".

Muttafaqun ‘Alayh: Sahih Al-Bukhari, no. 1904 dan Sahih Muslim, no. 1151.

7. Bulan yang di ijabah atau dikabulkannya doa-doa.

Rasulullah ﷺ juga bersabda,

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ لَا تُرَدُّ، دَعْوَةُ الْوَالِدِ، وَدَعْوَةُ الصَّائِمِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ

“Ada tiga doa yang tidak akan ditolak: Doa orang tua, doa orang yang berpuasa, dan doa musafir.” (HR. Al-Baihaqi dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 1797)

8. Bulan dimana meraih dua kebahagiaan dengan puasa.

Orang yang berpuasa dengan keimanan, dengan mengharapkan pahala dari Allah Swt., dia akan mendapatkan dua kenikmatan, di dunia dan di akhirat nanti. Sebagaimana Nabi Muhammad ﷺ mengatakan:

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ 

“Orang yang berpuasa akan meraih dua kegembiraan, kegembiaran ketika berbuka puasa atau berhari raya, dan kegembiraan ketika bertemu Tuhannya,” (H.R. Muslim).

Maka, orang yang berpuasa dia mendapatkan dua kegembiraan, kegembiraan yang pertama ketika di dunia yaitu ketika dia berbuka puasa, dengan ini Nabi saw. mengatakan bahwa seseorang yang ketika matahari telah terbenam, maka disunnahkan untuk berbuka puasa, karena ini adalah kegembiraan orang yang berpuasa. Kegembiraan yang kedua yaitu kegembiraan ketika bertemu dengan Allah Swt. dengan pahala-pahala yang berlipat. 

9. Berpuasa dan membaca Al-Qur'an.

Karena Allah Swt. mengatakan.

Berpuasa adalah untukKu, dan aku sendiri yang akan memberikan pahala, dengan ini ketika seseorang puasa, dia mendapatkan kesenangan bertemu dengan Allah Swt. Dan pahala yang berlipat-lipat. dan Allah mengampuni dosa-dosanya, bertemu dengan Allah dengan kegembiraan. Dengan ini bergembiralah. Bulan dimana ketika seseorang bertemu dengan bulan ramadhan, maka beribadah kepada Allah Swt. dengan semaksimal mungkin. Siang harinya dengan berpuasa, malam harinya dengan qiyamul lail (amalan ibadah yang dilakukan pada malam hari), membaca Al-Qur'an atau tadarus dan berzikir didalamnya, mengerjakan sunnah-sunnah Nabi Muhammad ﷺ karena sungguh rugi apabila seseorang yang bertemu dengan bulan Ramadan dan Allah tidak mengampuni dosanya.

10. Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dari aroma kasturi.

Bau mulut tersebut muncul karena lambung yang tidak terisi makanan sama sekali. Bau yang tidak disukai manusia, tetapi di sisi Allah lebih wangi daripada minyak kasturi. Karena bau tersebut muncul disebabkan diiringi dengan ibadah dan taat kepada Allah Swt. Setiap kondisi yang muncul karena sedang ibadah kepada Allah Swt. dan taat kepada-Nya, yang demikian disukai oleh Allah.

11. Bulan yang Allah Swt. menjadikan puasanya sebagai salah satu dari rukun Islam.

Yaitu rukun Islam yang keempat adalah puasa.

Nabi Muhammad ﷺ ialah orang yang paling bagus dalam kebaikan dan Baginda menjadi lebih bagus dalam bulan Ramadan. Hal ini sebagaimana hadis Nabi ﷺ.

عَنْ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام يَلْقَاهُ كُلَّ لَيْلَةٍ فِي رَمَضَانَ حَتَّى يَنْسَلِخَ يَعْرِضُ عَلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقُرْآنَ فَإِذَا لَقِيَهُ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام كَانَ أَجْوَدَ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَ

Dari Ibnu 'Abbas r.a., beliau berkata: "Nabi  adalah orang yang sangat bagus dalam segala kebaikan. Dan Baginda sangat bagus lebih-lebih lagi dalam bulan Ramadan ketika Jibril bertemu Baginda. Dan Jibril 'alaihi as-sallam bertemu Baginda setiap malam di bulan Ramadan hingga ia berlalu. Nabi  memperdengarkan al-Qur'an kepadanya. Maka apabila Jibril 'alaihi as-sallam bertemu Baginda, Baginda menjadi sangat bagus dengan kebaikan lebih dari bagusnya angin yang berhembusan."

Muttafaqun ‘Alayh: Sahih Al-Bukhari, no. 1906 dan Sahih Muslim, no.  230

Jibril mendoakan keburukan terhadap orang yang tidak mendapat keampunan dalam bulan ramadan dan Nabi ﷺ mengaminkan doanya.

عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «احْضَرُوا الْمِنْبَرَ» فَحَضَرْنَا فَلَمَّا ارْتَقَى دَرَجَةً قَالَ: «آمِينَ» ، فَلَمَّا ارْتَقَى الدَّرَجَةَ الثَّانِيَةَ قَالَ: «آمِينَ» فَلَمَّا ارْتَقَى الدَّرَجَةَ الثَّالِثَةَ قَالَ: «آمِينَ» ، فَلَمَّا نَزَلَ قُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ لَقَدْ سَمِعْنَا مِنْكَ الْيَوْمَ شَيْئًا مَا كُنَّا نَسْمَعُهُ قَالَ: " إِنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَرَضَ لِي فَقَالَ: بُعْدًا لِمَنْ أَدْرَكَ رَمَضَانَ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ قُلْتُ: آمِينَ، فَلَمَّا رَقِيتُ الثَّانِيَةَ قَالَ: بُعْدًا لِمَنْ ذُكِرْتَ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ قُلْتُ: آمِينَ، فَلَمَّا رَقِيتُ الثَّالِثَةَ قَالَ: بُعْدًا لِمَنْ أَدْرَكَ أَبَوَاهُ الْكِبَرَ عِنْدَهُ أَوْ أَحَدُهُمَا فَلَمْ يُدْخِلَاهُ الْجَنَّةَ قُلْتُ: آمِينَ

Dari Ka’ab bin Ujrah radhiyallahu 'anhuma, dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: “Kalian hadirlah ke mimbar”. Lalu kami telah hadir. Ketika menaiki satu anak tangga, Baginda berkata: “Amin”. Ketika menaiki anak tangga kedua baginda berkata: “Amin”. Ketika menaiki anak tangga ketiga Baginda berkata: “Amin".

Ketika Baginda turun kami berkata: “Ya Rasulullah! Kami telah mendengar darimu sesuatu hari ini tetapi kami tidak mendengarnya”. Baginda bersabda: “Sesungguhnya Jibril ‘alayhi as-solatu wa as-salam telah memperlihatkan kepadaku lalu dia berkata: Jauhlah! Bagi orang yang sempat bertemu ramadhan tetapi tidak diampunkan baginya. Aku berkata: Amin. Ketika aku naik anak tangga kedua, Jibril berkata: Jauhlah! Bagi orang yang disebutkan kamu di sisinya tetapi dia tidak berselawat ke atasmu. Aku berkata: Amin. Ketika aku naik anak tangga ketiga, Jibril berkata: Jauhlah! Bagi siapa yang sempat bertemu kedua ibubapanya yang sudah tua atau salah seorang dari mereka di sisinya lalu ia (kesempatan itu) tidak memasukkan dia ke dalam syurga. Aku berkata: Amin”.

Al-Mustadrak Hakim, no. 7256. Kata Al-Zahabi: Sahih.

Penjelasan hadis tersebut adalah, Nabi ﷺ mengatakan kepada para sahabatnya, hadirlah didepan mimbar, kemudian ketika para sahabatnya hadir didepan mimbar, Nabi ﷺ menaiki anak tangga yang pertama Nabi mengatakan amin, kemudian menaiki anak tangga yang kedua Nabi mengatakan amin, dan di mimbar pada anak tangga yang ketiga Nabi juga berkata amin. Sehingga para sahabat bertanya, ya Rasulullah dengan apa engkau aminkan ya Rasulullah?, Kemudian Nabi ﷺ mengatakan: telah datang kepadaku Jibril, mengatakan sungguh telah rugi yang dimana namaku disebutkan disisi-Nya dia tidak bersalawat kepada ku, ucapkanlah amin, maka aku mengatakan amin. Kemudian yang kedua Jibril mengatakan, sungguh telah rugi seseorang yang bertemu dengan bulan Ramadan, Allah Swt. tidak mengampuni dosanya ucapkan amin, maka akupun mengucapkan amin. Kemudian yang ketiga sungguh telah rugi, seseorang yang mendapatkan kedua orangtuanya yang lanjut usia dan dia tidak bisa masuk syurga, tidak berbakti kepada orang tua nya, itu yang menyebabkan dia tidak masuk surga. Ucapkan amin, maka aku ucapkan amin. 

Dengan ini kita meminta kepada Allah Swt. agar selalu memberikan kemudahan kepada kita semuanya taufik dan hidayah-Nya agar kita bisa mengerjakan puasa dengan keimanan dan mengharap pahala kepada Allah Swt. آمِيْنُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن


Baca juga